Senin, 19 Oktober 2009

Waspadai Jebakan Porno di Twitter!

Popularitas situs mikro blogging Twitter dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penjahat maya. Setelah sebelumnya menyebar spam kencan, kini mereka menyebar Trojan dengan iming-iming link porno di Twitter.

Para penjahat maya ini biasanya mengincar akun-akun Twitter milik orang beken. Salah seorang yang menjadi korban adalah mantan orang penting Apple, Guy Kawasaki.

Di Twitter Kawasaki, penjahat maya memasang postingan yang menggoda, "Leighton Meester sex tape video free download!". Jika tak 'kuat iman', user yang mengklik link jebakan dari cracker, akan digiring ke situs porno palsu.

Di sini penjahat maya mencoba meng-install Trojan horse ke komputer korban. Selanjutnya bisa ditebak, dedemit maya akan berusaha meraup data penting korban, seperti password Twitter, data rekening bank, dan lain-lain.

Dikutip detikINET dari PCWorld, Rabu (24/6/2009), dedemit maya melancarkan serangan tersebut baik ke pengguna Windows maupun Mac. Saat ini, user yang menjadi korban dari link porno jadi-jadian yang terdapat di akun Kawasaki berjumlah sekitar 1.600 orang.

Bukan tanpa alasan jika penjahat cyber memilih akun Twitter milik orang terkenal. Alasannya sederhana, orang terkenal tersebut memiliki banyak pengikut di Twitter. Sehingga akan semakin besar peluang untuk menjerat korban.

Oleh karena itu jangan mudah tergiur untuk mengklik suatu link yang tampak 'menggoda', salah-salah justru menjadi korban dedemit maya.
( faw / fyk-detikinet )

Waspadai Jebakan Porno di Twitter!

Popularitas situs mikro blogging Twitter dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh penjahat maya. Setelah sebelumnya menyebar spam kencan, kini mereka menyebar Trojan dengan iming-iming link porno di Twitter.

Para penjahat maya ini biasanya mengincar akun-akun Twitter milik orang beken. Salah seorang yang menjadi korban adalah mantan orang penting Apple, Guy Kawasaki.

Di Twitter Kawasaki, penjahat maya memasang postingan yang menggoda, "Leighton Meester sex tape video free download!". Jika tak 'kuat iman', user yang mengklik link jebakan dari cracker, akan digiring ke situs porno palsu.

Di sini penjahat maya mencoba meng-install Trojan horse ke komputer korban. Selanjutnya bisa ditebak, dedemit maya akan berusaha meraup data penting korban, seperti password Twitter, data rekening bank, dan lain-lain.

Dikutip detikINET dari PCWorld, Rabu (24/6/2009), dedemit maya melancarkan serangan tersebut baik ke pengguna Windows maupun Mac. Saat ini, user yang menjadi korban dari link porno jadi-jadian yang terdapat di akun Kawasaki berjumlah sekitar 1.600 orang.

Bukan tanpa alasan jika penjahat cyber memilih akun Twitter milik orang terkenal. Alasannya sederhana, orang terkenal tersebut memiliki banyak pengikut di Twitter. Sehingga akan semakin besar peluang untuk menjerat korban.

Oleh karena itu jangan mudah tergiur untuk mengklik suatu link yang tampak 'menggoda', salah-salah justru menjadi korban dedemit maya.
( faw / fyk-detikinet )

Mengenal Program Jahat Pemangsa Pengguna Twitter

Menyusul terjadinya serangan phishing (pencurian data online) terhadap pengguna Twitter melalui distribusi pesan spam secara massal, Symantec Security Response telah mendeteksi undangan Twitter palsu yang datang membawa worm email massal berbahaya.

Dijelaskan Ronnie Ng, Manager Systems Engineering Indonesia & Singapura Symantec, nama sisipan berbahaya tersebut adalah Invitation Card.zip dan diidentifikasi sebagai W32.Ackantta.B@mm, yang pertama kali ditemukan dalam serangan virus e-card pada bulan Februari.

W32.Ackantta.B@mm adalah worm email massal yang mengumpulkan alamat-alamat email dari komputer-komputer yang sudah terinfeksi dan menyebar dengan cara mengkopi diri sendiri ke flash disk/eksternal hard disk dan folder yang bisa diakses oleh banyak orang.

"Pesan-pesan yang diamati muncul seolah-olah dikirim dari akun Twitter. Meskipun demikian, berbeda dengan pesan Twitter asli, tidak ada URL undangan muncul di badan email. Malah pengguna akan melihat sisipan yang muncul sebagai file .zip yang seperti berisi kartu undangan," tuturnya dalam keterangannya kepada detikINET, Selasa (30/6/2009).

Nah, lanjur Ronnie, sisipan berbahaya inilah yang membawa worm email massal yang mengumpulkan alamat-alamat email dari komputer yang sudah terinfeksi dan menyebar dengan cara mengkopi diri sendiri ke flash disk/disk eksternal dan folder yang bisa diakses oleh banyak orang.

Pada Mei 2009, Symantec mengamati bahwa tingkat spam naik ke tingkat mendekati 90% dari seluruh email, konsisten dengan tingkat yang diamati pada Mei 2008.

"Karena Twitter terus meraih popularitas di kalangan pengguna jaringan sosial, orang-orang secara rutin menerima undangan dan update email dari pengguna lain. Symantec memperkirakan spammer akan terus menggunakan Twitter dan jaringan-jaringan sosial populer lainnya sebagai umpan dalam serangan mereka," tandasnya.
( ash / faw -detikinet)

Mengenal Program Jahat Pemangsa Pengguna Twitter

Menyusul terjadinya serangan phishing (pencurian data online) terhadap pengguna Twitter melalui distribusi pesan spam secara massal, Symantec Security Response telah mendeteksi undangan Twitter palsu yang datang membawa worm email massal berbahaya.

Dijelaskan Ronnie Ng, Manager Systems Engineering Indonesia & Singapura Symantec, nama sisipan berbahaya tersebut adalah Invitation Card.zip dan diidentifikasi sebagai W32.Ackantta.B@mm, yang pertama kali ditemukan dalam serangan virus e-card pada bulan Februari.

W32.Ackantta.B@mm adalah worm email massal yang mengumpulkan alamat-alamat email dari komputer-komputer yang sudah terinfeksi dan menyebar dengan cara mengkopi diri sendiri ke flash disk/eksternal hard disk dan folder yang bisa diakses oleh banyak orang.

"Pesan-pesan yang diamati muncul seolah-olah dikirim dari akun Twitter. Meskipun demikian, berbeda dengan pesan Twitter asli, tidak ada URL undangan muncul di badan email. Malah pengguna akan melihat sisipan yang muncul sebagai file .zip yang seperti berisi kartu undangan," tuturnya dalam keterangannya kepada detikINET, Selasa (30/6/2009).

Nah, lanjur Ronnie, sisipan berbahaya inilah yang membawa worm email massal yang mengumpulkan alamat-alamat email dari komputer yang sudah terinfeksi dan menyebar dengan cara mengkopi diri sendiri ke flash disk/disk eksternal dan folder yang bisa diakses oleh banyak orang.

Pada Mei 2009, Symantec mengamati bahwa tingkat spam naik ke tingkat mendekati 90% dari seluruh email, konsisten dengan tingkat yang diamati pada Mei 2008.

"Karena Twitter terus meraih popularitas di kalangan pengguna jaringan sosial, orang-orang secara rutin menerima undangan dan update email dari pengguna lain. Symantec memperkirakan spammer akan terus menggunakan Twitter dan jaringan-jaringan sosial populer lainnya sebagai umpan dalam serangan mereka," tandasnya.
( ash / faw -detikinet)

Conficker bak Timnas Brasil di Dunia Virus

Alfons Tanudjaya - detikinet

Daftar Top 10 Virus di Indonesia (vaksin)

Kalau statistik virus diibaratkan sebagai kejuaraan sepakbola Piala Konfederasi, Conficker bisa dianggap sebagai Timnas Brasil yang menjadi jawaranya. Pasalnya, program jahat ini paling banyak terdeteksi menginfeksi komputer di Indonesia selama periode Mei hingga Juni 2009.

Tetapi yang siap-siap mendepak Conficker pun sangat banyak. Mulai dari Obfuscated, Sohanad, Virut dan Autorun yang dapat diandaikan sebagai Timnas Amerika Serikat dan Spanyol.

Conficker sampai bulan Juni 2009 secara meyakinkan berhasil menguasai 66,88% insiden virus Indonesia dengan jumlah insiden sebanyak 14.805. Virus yang sangat memusingkan pengguna internet di seluruh dunia ini membuat administrator jaringan kewalahan karena kemampuannya menginfeksi hampir seluruh OS Windows yang memiliki kelemahan pada RPC Dcom vulnerability dan belum di patch.

Bagi Anda yang PC-nya terinfeksi Conficker dan ingin membasmi virus ini silahkan lihat artikel Vaksincom MegaTest Tools Conficker. Sementara bagi administrator jaringan yang kerepotan menghadapi Conficker dan membutuhkan tools pendeteksi Conficker di jaringan, lab Vaksincom juga mengadakan pengetesan atas 5 tools pendeteksi Conficker di jaringan (Gratis).

Menyusul Conficker adalah virus yang digolongkan Norman sebagai Obfuscated dengan presentase 12,09% atau 2.677 insiden. Obfuscated adalah virus yang sengaja dicoding supaya sulit dideteksi dan kebanyakan menggunakan trik hidden sehingga sekali masuk ke komputer akan sulit ditemukan oleh antivirus.

Menyusul di tempat ketiga adalah virus Sohanad 5,84% dengan 1.293 inside. Salah satu varian Sohanad yang marak menyebar diIndonesia menurut pantauan Vaksincom adalah virus Vietnam yang mengirimkan pesan YM dalam bahasa Vietnam.

Setelah Sohanad, kita dihadapkan pada virus yang kalau mau dibandingkan secara coding tidak kalah canggih dengan Conficker dan membingungkan korbannya karena aksinya menginjeksi file dan dalam banyak kasus jika satu file diinjeksi lebih dari satu kali akan mengakibatkan file tersebut rusak dan tidak dapat diperbaiki oleh program antivirus.

Virus mancanegara yang satu ini dikenal dengan nama Virut dan Vaksincom mencatat 1,047 insiden atau 4.73 %. Kiprahvirus lokal masih tetap terlihat dimana pada peringkat 5 bertengger virus Autorun dengan total insiden 920/4.16%. Pada peringkat 6–10 di dominasi oleh Spyware seperti Starter (6) 217/0,98%; Dloader (9) 107/0,48%; RoqueAntivirus (10) 104/0,47%; Agent (12) 70/0,32%; dan Dialer (13) 68/0,31%.

( ash / ash-detikinet )

Conficker bak Timnas Brasil di Dunia Virus

Alfons Tanudjaya - detikinet

Daftar Top 10 Virus di Indonesia (vaksin)

Kalau statistik virus diibaratkan sebagai kejuaraan sepakbola Piala Konfederasi, Conficker bisa dianggap sebagai Timnas Brasil yang menjadi jawaranya. Pasalnya, program jahat ini paling banyak terdeteksi menginfeksi komputer di Indonesia selama periode Mei hingga Juni 2009.

Tetapi yang siap-siap mendepak Conficker pun sangat banyak. Mulai dari Obfuscated, Sohanad, Virut dan Autorun yang dapat diandaikan sebagai Timnas Amerika Serikat dan Spanyol.

Conficker sampai bulan Juni 2009 secara meyakinkan berhasil menguasai 66,88% insiden virus Indonesia dengan jumlah insiden sebanyak 14.805. Virus yang sangat memusingkan pengguna internet di seluruh dunia ini membuat administrator jaringan kewalahan karena kemampuannya menginfeksi hampir seluruh OS Windows yang memiliki kelemahan pada RPC Dcom vulnerability dan belum di patch.

Bagi Anda yang PC-nya terinfeksi Conficker dan ingin membasmi virus ini silahkan lihat artikel Vaksincom MegaTest Tools Conficker. Sementara bagi administrator jaringan yang kerepotan menghadapi Conficker dan membutuhkan tools pendeteksi Conficker di jaringan, lab Vaksincom juga mengadakan pengetesan atas 5 tools pendeteksi Conficker di jaringan (Gratis).

Menyusul Conficker adalah virus yang digolongkan Norman sebagai Obfuscated dengan presentase 12,09% atau 2.677 insiden. Obfuscated adalah virus yang sengaja dicoding supaya sulit dideteksi dan kebanyakan menggunakan trik hidden sehingga sekali masuk ke komputer akan sulit ditemukan oleh antivirus.

Menyusul di tempat ketiga adalah virus Sohanad 5,84% dengan 1.293 inside. Salah satu varian Sohanad yang marak menyebar diIndonesia menurut pantauan Vaksincom adalah virus Vietnam yang mengirimkan pesan YM dalam bahasa Vietnam.

Setelah Sohanad, kita dihadapkan pada virus yang kalau mau dibandingkan secara coding tidak kalah canggih dengan Conficker dan membingungkan korbannya karena aksinya menginjeksi file dan dalam banyak kasus jika satu file diinjeksi lebih dari satu kali akan mengakibatkan file tersebut rusak dan tidak dapat diperbaiki oleh program antivirus.

Virus mancanegara yang satu ini dikenal dengan nama Virut dan Vaksincom mencatat 1,047 insiden atau 4.73 %. Kiprahvirus lokal masih tetap terlihat dimana pada peringkat 5 bertengger virus Autorun dengan total insiden 920/4.16%. Pada peringkat 6–10 di dominasi oleh Spyware seperti Starter (6) 217/0,98%; Dloader (9) 107/0,48%; RoqueAntivirus (10) 104/0,47%; Agent (12) 70/0,32%; dan Dialer (13) 68/0,31%.

( ash / ash-detikinet )

Windows XP 'Diserang', Waspadai Data-Data Anda

Microsoft memperingatkan adanya ancaman serius, tentang adanya 'lubang' pada Windows XP. Bagi pengguna sistem operasi tersebut waspadalah.

Lubang kerentanan tersebut mengintai pengguna Internet Explorer, yang menggunakan sistem operasi berbasis Windows XP dan Server 2003. Kerentanan tersebut memungkinkan para cracker mengambil alih PC sang korban. Saat korban mengunjungi sebuah website yang telah disusupi cracker, saat itulah PC korban telah terinfeksi.

Seperti dikutip detikINET dari pcworld, Selasa (07/07/2009) beberapa analis dari Symantec mengatakan bahwa Internet Explorer versi 6 dan 7 sangat riskan terkena serangan tersebut, tapi tidak untuk IE versi 8. Ribuan situs kini telah terinfeksi mailware, yang menyerang kerentanan tersebut.

Para cracker memanfaatkan kerentanan pada komponen sistem Microsoft yakni ActiveX. Masalah muncul ketika si pengguna membuka IE, yang digunakan sebagai 'lubang masuk' bagi para cracker.

Kini Microsoft meminta kepada para konsumennya untuk menonaktifkan bagian dari sistem tersebut. Caranya adalah dengan mengunjungi situs Microsoft, dan menggunakan Microsoft Fix it. ( fw / faw-detikinet )